Contoh Teks Anekdot Komplit

Contoh Teks Anekdot Komplit

Anekdot memang merupakan teks atau sebuah cerita singkat dan lucu atau menarik, yang mungkin menggambarkan kejadian atau orang sebenarnya. Anekdot bisa saja sesingkat pengaturan dan provokasi dari sebuah kelakar. Pada kesempatan ini saya akan memberikan contoh teks anekdot terbaru agar pembaca lebih memahami struktur teks anekdot dan pengertian teks anekdot itu sendiri.

Nah untuk lebih jelasnya lihat contoh – contoh teks anekdot yang sudah saya rangkum menjadi kumpulan contoh teks anekdot di bawah ini :

Contoh Teks Anekdot terbaru

Contoh Teks Anekdot 1

Alkisah , seorang yang dianggap sudah mati diusung oleh teman-temannya ke kuburan. Ketika peti sudah hampir dimasukkan keliang lahat, orang itu tiba-tiba hidup kembali dan mulai memukul-mukul tutup peti. Peti dibuka, orang itu bangkit.” Apa yang kalian lakukan ? “ katanyakepada orang banyak yang berkumpul disekelilingnya. “ Aku ini masih hidup, tahu ! Aku tidak mati !” seorang pelayat berkata. “ Dokter dan para pastur tadi menyatakan bahwa kamu sudah mati. Orang –orang sepandai itu tidak mungkin salah. Pasti kamu sudah mati ! Ya, sudah . Aku dan yang lain tidak pervaya omonganmu ! “ujar orang itu seraya menutup peti mati itu. Lain pun segera menutup sekrupnya kembali. Orang itupun dimakamkan sebagaimana mestinya.

Disadur dari: Buku CERDAS BERBAHASA INDONESIA hal 16 untuk SMA Kelas x , Engkos Kosasih , Erlangga

Contoh Teks Anekdot 2

Seorang yang mengaku calon Bupati pergi blusukan ke mall paling ramai. Ia berjalan petentang-petenteng menganggap semua orang pasti mengamati dan akan mendukungnya. Dia bertemu seorang Nenek kaya yang kelihatanya sedang mual dan mau muntah. Keinginan pencitraannya muncul, dia langsung mendekati dan menyapa si Nenek “ kenapa Nek ? Nenek mual ya ? Tanya Sang Calon Bupati.
“Iya Pak “, jawab si Nenek sambil meringis . sang kandidat pura-pura perhatian . Ia mencoba
memegang dan mengelus bahu si Nenek. Nenek makin meringis sehing sang Cabub tambah pura-pura saying dan perhatian
“ Perut Nenek makin mual !” ujar si Nenek lagi .
“ Apa yang bias saya bantu untuk Nenek ? “ Tanya Sang Cabub dengan bijaksana
“ Terima kasih banyak . Bapak baik dan mengerti ! Oh ya, Sepertinya Nenek pernah dengar suara
Bapak ? Dimana ya ? Nenek Lupa ! mungkin di televise. Apa boleh Nenek melihat muka Bapak ?”
Tanya Si Nenek serius.
“ Oh, tentu boleh Nek, “ Sang Cabub semringah. “ Tapi memangnya kenapa Nek ?”
”Nenek ingin perut ini makin mual biar muntahnya cepet keluar !”.

Disadur dari: Buku CERDAS BERBAHASA INDONESIA hal 16 untuk SMA Kelas x , Engkos Kosasih , Erlangga

Contoh Teks Anekdot 3

Baca juga :  Pengertian Bahasa Kias (Pemajasan)

Kabayan dan Burung Hantu
Suatu kali , Kabayan menunjukkan kehlianya sebagai orang yang mampu menguasai bahasa burung Kepala kampong mendengar hal itu dan membawa Kabayan pergi berburu ke hutan. Di hutan mereka melihat sebuah pohon yang tumbang dan seekor burung hantu membangun sarang diatasnya. Bertanyalah kepala kampong kepada Kabayan. “ Coba , beri tahu aku, apa yang diutarakan burung hantu itu ?”
“ Ia bilang, kata kabayan, “ Jika kepala kampong tidak berhenti menyusahkan warganya, kekuasaannya akan segera tumbang
seperti pohonku ini “.

Disadur dari: Buku CERDAS BERBAHASA INDONESIA hal 28 untuk SMA Kelas x , Engkos Kosasih , Erlangga

Contoh Teks Anekdot 4

Seratus Ungkapan ABS
Setelah lulus dari ujian Negara di Beijing, seorang pemuda diangkat menjadi pejabat pemerintahan ibu kota Provinsi. Sebelum pergi, ia mengungkapkan selamat tinggal kepada mentornya yang seorang pejabat senior.
“Bekerja di pemerintahan provinsi tidaklah mudah. Kamu harus berhati-hati,” ujar pejabat itu menasehati, “ Baiklah, Terima Kasih, Pak, “ kata pemuda itu. “ Mohon jangan khawatir. Saya telah menyiapkan seratus ungkapan ABS ( Asal bapak senang, red ). Kalau nanti saya nanti ketemu pejabat disana, saya akan menggunakanya. Dia pasti akan senang.
Bagaimana kamu dapat menggunakan hal itu ?” Tanya pejabat itu dengan nada tidak suka. “ Kita adalah pejabat sejati. Kita mempunyai prinsip. Kita tidak boleh termakan sanjungan .”
Pemuda itu menjawab lagi, “ Sayang , pada kenyataanya kebanyakan orang senang disanjung, Pak. Hanya beberapa pria yang benar-benar sejati seperti Anda yang tidak menyukai sanjungan.” “ Mungkin kamu benar !” pejabat senior itu mengangguk sambil tersenyum. Pada lain waktu, pemuda tersebut menceritakan pengalaman itu kepada temanya, “ Saya sudah menggunakan satu dari persediaanku. Sekarang saya memiliki Sembilan puluh Sembilan ungkapan ABS yang tersisa.
Disadur dari: Buku CERDAS BERBAHASA INDONESIA hal 29 untuk SMA Kelas x , Engkos Kosasih , Erlangga

Contoh Teks Anekdot 5

Tolong Terima Ganti Ruginya, Aku Buru-Buru
Suatu hari, Kabayan melewati pasar. Tiba-tiba, seorang laki-laki dating dari belakang dan menamparnya cukup keras. Kabayan kaget. Dia menoleh “ Ada apa ini ?” Tanya Kabayan marah. “Maafkan saya , Tuan . Saya kira anda teman akrab saya,” kata laki-laki itu. Kabayan tidak mau menerima maafnya begitu saja. Ia mengadukan laki-laki itu ke pengadilan. Akan tetapi , hakim yang
mengadili adalah teman baik si penampar. Hakim memutuskan bahwa hukumanya berupa tamparan lagi. Kabayan diperkenankan untuk membalas tamparan itu. Tentu saja Kabayan tidak puas dengan keputusan itu.
“Kalau kamu tidak puas atas keputusan ini, aku akan memutuskan pula dia harus memberimu gantui rugi sepuluh dirham , tunai “.
Kata si Hakim. “ Sekarang pergilah dan bawauang sepuluh dirham . Sebagai ganti rugi, “ Tambahnya kepada laki-laki tersebut.

Daftar Isi

Baca juga :  Pengertian Puisi Menurut Ahli