Contoh Cerpen Singkat Terbaru

Contoh Cerpen Singkat Terbaru

Di blog kajian teori ada beberapa hal yang menjadi unggulan ataupun beda dengan blog lainnya. Selain berbagai materi untuk pembuatan makalah atau skripsi atau karya ilmiah, kami juga menyediakan berbagai contoh misalnya contoh makalah, contoh skripsi, contoh cerpen, contoh surat aupun contoh puisi yang menjadi tugas dari siswa di smp maupun sma.

Kumpulan contoh cerpen maupun contoh surat akan kami sajikan pada blog ini. Langsung saja pada kesempatan kali ini saya akan memberikan contoh mengenai Contoh Cerpen Singkat Terbaru semoga apa yang saya sajikan bermanfaat untuk anda.

Contoh Cerpen Singkat Terbaru

Batu di Pekarangan Rumah
Oleh: Sapardi Djoko Damono

Waktu aku masih kecil ada sebuah batu agak besar tergeletak di salah satu sudut belakang pekarangan rumah kami. Batu itu bundar, bagian atasnya agak rata, hitam legam. Aku suka duduk di atasnya jika teman-teman sudah pulang ke rumah masing-masing sehabis bermain di pekarangan rumah kami itu. Aku sayang sekali pada batu itu sebab ia pendiam meskipun tampaknya tidak berkeberatan jika diajak bicara mengenai apa saja. Jika sedang sendirian malam-malam, sehabis bermain gobak sodor atau jamuran aku suka duduk di atasnya melepaskan lelah sambil menunjukkan rasa sayangku padanya.

Kutanyakan kapan ia lahir, sebagai batu, kenapa ia berada di situ, siapa yang telah membawanya ke pekarangan rumah kami, dan kenapa ia lebih suka membisu. Aku tidak mengharapkannya menjawab pertanyaan-pertanyaanku itu, sebab toh seandainya dijawab aku tidak akan bisa memahaminya. Ia memiliki bahasa lain, tetapi tampaknya ia memahami sepenuhnya makna setiap pertanyaanku. Aku sangat menyayanginya dan merasa seperti kehilangan kawan untuk berbagi perasaan ketika harus pergi meninggalkan rumah demi mata pencaharian, mengembara dari kota ke kota.

Hari ini aku pulang untuk mengiringkan dan menyampaikan salam pisah kepada ibuku yang selalu aku bayangkan sebagai seorang dewi itu. Beliau meninggal dengan sangat tenang kemarin tanpa meninggalkan pesan apa pun. Namun aku merasa bahwa ada sesuatu yang harus kulakukan sehabis pemakamannya, yakni melihat apakah batu itu masih ada ditempatnya yang dulu. Aku yakin dulu Ibu suka diam-diam menyaksikanku duduk di situ sampai larut malam. Batu yang agak besar dan hitam legam itu ternyata memang masih di situ, diam saja seperti menunggu kedatanganku.

Malam ini suasana sepi setelah semua keluar dan tamu yang menyampaikan belasungkawa meninggalkan rumah kami. Aku dan batu itu berdua saja: aku duduk di atasnya dan sama sekali tidak berniat mengajukan pertanyaan seperti waktu masih kecil dulu itu. Ia tetap pendiam. Dan aku yakin bahwa sekarang ia pun sama sekali tidak berminat berbagi perasaan denganku karena tidak lagi mampu menguasai kosakata bahasaku. (Membunuh Orang Gila, 2003)

Ada beberapa contoh – contoh lain yang sudah kami bagikan untuk anda. Semoga Contoh Cerpen Singkat Terbaru ini bermanfaat untuk anda semua. Tunggu artikel kami berikutnya.

Daftar Isi

Baca juga :  Contoh Cerpen Cinta Singkat